![]() |
Leptophryne borbonica (kodok jam pasir) ©ksh_sahul |
Hallo sahulers, Apa kabarnya? Semoga dalam keadaan sehat selalu ya
Kembali lagi dengan artikel terbaru dari kami yang pastinya
akan menambah ilmu dan wawasan tentang berbagai jenis herpetofauna, mulai dari
reptil sampai amfibi! Jadi, makin paham deh tentang hewan-hewan keren seperti
ular, katak, kadal, dan lainnya. Siapa tahu, nanti bisa jadi lebih akrab sama
mereka.
Nah, di perjumpaan
kali ini, kita bakal membahas salah satu spesies kodok yang unik banget, yaitu Leptophryne
borbonica atau yang sering disebut kodok jam pasir. Kodok ini mempunyai tampilan yang menarik,
permasalahan habitatnya, persebaran, dan keunikan dari kodok ini. Yuk, kita
bahas lebih lanjut tentang Leptophryne borbonica.
Leptophryne borbonica biasanya bisa dapat kita jumpai dalam jumlah yang banyak di daerah yang lembab dan dekat sumber air jernih dengan arus yang cukup lambat. Tetapi tidak menutup kemungkinan kalua kita bisa menemukannya di aliran sungai yang lebih deras, terutama di bagian hulu. Mereka bisa hidup di daerah dengan ketinggian hampir mencapai 1.400 mdpl, yang berarti mereka cukup tangguh dalam beradaptasi di lingkungan pegunungan, keren ya!. Pada habitat seperti ini, Leptophryne borbonica sangat bergantung pada air bersih untuk berkembang biak dan bertahan hidup. Jadi, kelestarian ekosistem air menjadi faktor penting bagi keberadaan mereka.
![]() |
Leptophryne borbonica (kodok jam pasir) ©Moh. Azriel |
Leptophryne borbonica termasuk spesies berukuran kecil, dengan tubuh jantan dewasa sekitar 20-30 mm dan betina dewasa bisa mencapai 25-40 mm. Salah satu ciri khasnya adalah tidak memiliki kelenjar paratoid yang jelas, yang biasanya terlihat pada banyak jenis kodok lain. Dari segi pola tubuh, kodok ini punya beberapa tanda unik, seperti pola segitiga hitam di belakang mata, tanda berbentuk jam pasir di bagian belakang yang menyebabkan kodok ini disebut kodok jam pasir, dan memiliki tekstur kulit bintil-bintil berpasir hampir berada di seluruh tubuhnya, lebih kasar di bagian samping.
Warna tubuhnya didominasi coklat keabuan dengan kombinasi corak yang membantu mereka berkamuflase di lingkungan berbatu dan berdaun. Bagian ventral (bawah tubuh), kaki, dan tenggorokan berwarna kecoklatan, sementara depan dan belakang paha punya semburat warna kemerahan. Selain itu, selaput renangnya nggak mencapai benjolan subartikuler di jari kaki ke-3 dan ke-5, yang menunjukkan adaptasi mereka terhadap lingkungan air dengan arus yang bervariasi. Kodok kecil ini memang punya tampilan yang unik dan menarik untuk diamati!
Kodok Leptophryne borbonica ini punya penyebaran yang cukup luas di Asia Tenggara! Mereka bisa ditemukan di Jawa, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. Khusus di Jawa Barat, spesies ini diketahui hidup di beberapa kawasan pegunungan, seperti: Gunung Salak (Sukamantri), Taman Nasional Halimun, Bodogol (Taman Nasional Gede Pangrango)
Itulah tadi
sekilas tentang Leptophryne borbonica, kodok kecil yang hidup di
aliran sungai di kawasan hutan. Dengan ciri khasnya yang unik dan habitatnya
yang spesifik, kodok ini menjadi salah satu spesies yang menarik untuk
dipelajari. Keberadaan mereka sangat bergantung pada kelestarian ekosistem air
dan hutan. Jadi, yuk, kita jaga lingkungan agar mereka tetap bisa hidup dengan
aman di habitat alaminya!
Sampai jumpa di
pembahasan selanjutnya, dan tetap lestarikan alam!
Penulis: Farrel Sulthan Syauqi
Editor : Nasya Aliya Anshari
0 Comments:
Post a Comment