![]() |
Foto Bersama anggota KSH "SAHUL" dengan pihak Sanggabuana Conservation Foundation |
Hallo Sahuler's, apa kabar kalian semua? Semoga dalam keadaan sehat selalu ya. Pada kesempatan ini kami berempat (Nasya, Nanda, Farrel, dan Farhan) dan juga tidak lupa kalau kami ditemani oleh senior KSH “SAHUL” yang mengikuti pengamatan di malam hari, kami akan membagikan cerita pengalaman kami selama melakukan eksplorasi di daerah Sanggabuana, Karawang. Hutan Sanggabuana di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memiliki keanekaragaman hayati luar biasa. Ada 123 jenis tumbuhan dari 43 Famili dan amfibi sekitar 16 spesies serta 31 spesies reptil.
Eksplorasi dilakukan pada tanggal 15 - 17 Agustus 2024 berlokasi di Curug Cikoleangkak dan Curug Cigentis, Sanggabuana, Cintalaksana, Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat. Metode yang digunakan pada eksplorasi kali ini ialah menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES). Metode VES digunakan pada jalur yang sudah ditentukan. Pengamatan herpetofauna kami lakukan di pagi dan malam hari, selama 2 hari. Waktu herping pagi dilakukan pada pukul 07.00 - 11.00 WIB dan sore hari pada pukul 19.00 - 22.00 WIB.
![]() |
Foto Bersama Pengurus KSH "SAHUL" di Curug Cigentis |
Pada hari pertama kami melakukan pengamatan di Curug Cikoleangkak. Menurut para Sahuler’s kira-kira kami menemukan herpetofauna jenis apa saja? Hasil yang kami dapatkan pada pengamatan diurnal (pagi hari), yaitu Cyrtodactylus marmoratus berjumlah 2 individu dan Microhyla achatina yang berjumlah 1 individu. Sedangkan pada pengamatan nokturnal (malam hari) kami menemukan lebih banyak spesies herpetofauna diantaranya Megophrys montana berjumlah 1 individu, Chalcorana chalconota berjumlah 7 individu, Cyrtodactylus marmoratus berjumlah 5 individu, Limnonectes kuhlii berjumlah 11 individu, Odorrana hosii berjumlah 7 individu dan Leptobrachium hasseltii berjumlah 1 individu.
Pada hari kedua kami dari melakukan pengamatan di curug yang berbeda, yaitu Curug Cigentis. Pada pengamatan diurnal kami menemukan Cyrtodactylus marmoratus berjumlah 2 individu, Sphenomorphus sanctus berjumlah 1 individu, dan Sibynophis geminatus berjumlah 1 individu. Sayangnya kami tidak mendapatkan dokumentasi dari Sibynophis geminatus karena sudah kabur sebelum kami foto dan tidak berhasil kami tangkap. Sebelum dilanjut menurut para Sahuler’s kira-kira kami menemukan herpetofauna apa saja pada pengamatan nokturnal di Curug Cigentis? Jadi pada pengamatan nokturnal kami menemukan banyak herpetofauna diantaranya ialah Bronchocela jubata, Lycodon suncinctus, Wijayarana masonii, Limnonectes kuhlii, Gonocephalus kuhlii, Odorrana hosii, Chalcorana chalconota, Phrynoidis asper, Leptobrachium hasseltii, Fejervarya cancrivora, Cyrtodactylus marmoratus, Xenocrophis trianguligerus, Hemidactylus frenatus. Cukup banyak ya Sahuler’s untuk temuan kami di pengamatan nokturnal, kami cukup senang karena malam terakhir pengamatan ditutup dengan data pengamatan yang cukup memuaskan bagi kami walaupun awalnya kami merasa hanya sedikit menemukan herpetofauna di malam itu karena aliran air yang sangat kecil.
Penulis: Muhamad Farhan
Editor : Nasya Aliya
0 Comments:
Post a Comment