Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2025: Youth for Conservation, Beyond Expectations!

Setiap tahun, Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menguatkan komitmen menjaga kekayaan alam Indonesia. Pada tahun 2025, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia kembali menggelar puncak peringatannya dengan tema yang segar dan penuh semangat: "Youth for Conservation Beyond Expectations." Tema ini menegaskan bahwa generasi muda adalah motor penggerak utama dalam upaya pelestarian alam Indonesia di masa depan.

Foto perwakilan pengurus di acara Hari Konservasi Alam Nasional 2025

Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 11 Agustus 2025 di Auditorium Dr. Soejarwo, Manggala Wanabakti, serta disiarkan secara daring melalui kanal Zoom dan Live Streaming Ditjen KSDAE. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga ruang kolaborasi dan perayaan yang melibatkan banyak pihak. 

Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB dengan sesi pembukaan yang berlangsung hangat. Para peserta mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta alam, hingga para pemangku kebijakan berkumpul dalam satu tempat untuk menumbuhkan semangat melindungi hutan, flora, fauna dan seluruh unsur alam Indonesia.

Suasana semakin hidup dengan visual bertema alam dan maskot berbagai satwa, seperti harimau, orangutan, gajah, dan badak, yang menghiasi area kegiatan dan materi publikasi. Hal ini menjadi pengingat kuat bahwa upaya konservasi adalah upaya menyelamatkan kehidupan. 

Talkshow Inspiratif: Dari Ancaman hingga Aksi Nyata

Talkshow I — "Antara Alam dan Ancaman: Menjaga Kawasan Konservasi di Tengah Tekanan"

Narasumber di Talkshow I

Talkshow pertama mempertemukan tokoh-tokoh yang hebat. Narasumber di talkshow pertama, yaitu Bapak Erwin Daulay (mahout gajah TNTN), Kak Tyo Survival (tokoh lingkungan), dan Kak Zsa Zsa Fairuztania (petugas lapangan). Mereka membahas isu-isu tantangan konservasi saat ini: deforestasi, perburuan liar, perubahan iklim, hingga tekanan pembangunan.

Diskusi ini membuka wawasan mengenai betapa kompleksnya pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia, sekaligus mendorong generasi muda untuk ikut terlibat dalam pengawasan dan edukasi lingkungan.

Talkshow II — "Conservation to Action: Gimmick atau Gerakan?"

Narasumber di Talkshow II

Talkshow sesi kedua yang mengkritisi tren kampanye lingkungan yang banyak muncul di media sosial. Narasumber di talkshow kedua, yaitu Kak Adelia Yasmin (green ambassador), Kak Rudi Hartono (pemenang halpataru), dan Kak Daffa Wardana (public figure). Mereka mengajak seluruh partisipan untuk menilai apakah aksi-aksi tersebut benar-benar berdampak atau hanya sekadar tren. Intinya, konservasi bukan hanya slogan tetapi gerakan berkelanjutan yang harus dibangun dengan aksi nyata.

Hiburan dan Pertunjukan Budaya yang Memikat

Rangkaian acara HKAN 2025 tidak hanya berisi diskusi serius, tetapi juga mengangkat unsur seni dan budaya Nusantara sebagai bagian dari harmoni manusia dengan alam.

Suasana semakin meriah dengan penampilan Mr. Jono & Joni. Duo entertainer ini menghadirkan energi positif melalui musik dan interaksi humor khas mereka, membuat peserta kembali segar setelah sesi diskusi intens.

Selanjutnya, pertunjukan dari Angklung & Dance Nusantara by Manshur Angklung. Pertunjukan ini menampilkan pertunjukan angklung yang dipadukan dengan tarian tradisional Nusantara menjadi salah satu momen paling memukau. Suara angklung yang lembut dan koreografi penuh warna merepresentasikan betapa kayanya budaya Indonesia, salah satu aspek yang juga harus dilestarikan bersama alamnya.

Setelah pertunjukan yang membangkitkan semangat, diadakan sesi peluncuran buku dan data terbaru mengenai jenis flora dan fauna baru di Indonesia serta keragaman ekosistem alami di kawasan konservasi. Peluncuran tersebut menjadi highlight yang sangat informatif, terutama bagi mahasiswa, peneliti muda, dan komunitas sains yang hadir. Informasi baru ini diharapkan dapat menjadi dasar penelitian dan edukasi lanjutan.

Launching Flora dan Fauna Terbaru dan Peluncuran Buku

Monolog & Youth Declaration for Conservation

Monolog yang disampaikan Saudara Anggi Wahyuda

Pada sore hari, sebuah sesi monolog yang disampaikan oleh Saudara Anggi Wahyuda yang disajikan dengan cara yang menyentuh. Monolog ini menggambarkan suara-suara dari hutan, seolah satwa, pepohonan, dan sungai sedang merayu manusia untuk tetap merawat bumi. 

Setelah itu, generasi muda menyampaikan Youth Declaration for Conservation, sebuah pernyataan sikap dan komitmen bersama untuk melanjutkan gerakan konservasi pada level nasional dan global. Ini menjadi simbol bahwa masa depan konservasi Indonesia berada di tangan anak muda yang visioner. 

Penutup yang Spektakuler

Sebagai penutup, penampilan dari Kotak Band menjadi puncak hiburan HKAN 2025. Lagu-lagu penuh energi mengajak seluruh peserta merayakan optimisme dan persatuan dalam menjaga alam Indonesia.


Penulis: Nasya Aliya Anshari

0 Comments:

Post a Comment

My Instagram